Pansus Siap Pelajari Buku Gurita Cikeas
SEORANG wanita membaca buku 'Membongkar Gurita Cikeas di Balik Skandal Bank Century'. karya George Junus Aditjondro, di kediaman pribadi Presiden SBY di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (26/12/). Buku tersebut berisikan sejumlah yayasan yang terkait dengan Cikeas. Diantaranya Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Mutu Manikam Nusantara, Majelis Dzikir SBY, dan Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan, yang faktanya tidak akurat. (Serambinews.com)
Ramainya pemberitaan seputar buku Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro ternyata membuat animo masyarakat untuk mengkoleksinya semakin tinggi. Tidak tanggung-tanggung sejumlah pihak kedutaan besar pun ikut antre memesan.

“Ada 8 dubes dan 13 perguruan tinggi (PT) yang telah ikut memesan buku ini. Pesannya pun tiap PT bisa antara 50-100 buku,” ujar Direktur Galang Press Julius Felecianus, Senin (28/12/2009). Namun dia tidak  merinci siapa saja yang telah memesan.

Julius menambahkan selain itu hampir seluruh parpol minus Demokrat telah ikut memesan pula. Sementara pansus hak angket Century kata Julius juga telah membeli sekira 50 buku. Menurut Julius meski sempat menjadi polemik sampai sekarang belum ada return (pengembalian) buku dari toko buku khususnya di Yogyakarta.

“Meski sulit dicari toh belum ada pengembalian. Kita tunggu sampai Rabu. Kalau tak dijual dan hanya disimpan nanti kita minta ditarik agar didistribusikan ke tempat lain,” katanya.

Ia juga sempat menyayangkan hilangnya buku ini dari pasaran. Diperkirakan toko-toko buku tersebut takut sewaktu-waktu digugat jika menjualnya sehingga untuk sementara waktu disimpan.

“Nanti kami minta surat dari Komnas HAM agar mereka tak takut menjual, sementara masyarkat juga tak takut membeli,” imbuhnya.

Buku Membongkar Gurita Cikeas menjadi buah bibir karena memuat sejumlah fakta mengenai keterlibatan SBY dan lingkaran dekatnya dalam kasus Bank Century. Sementara, kalangan Partai Demokrat dan SBY menganggap buku setebal 140 halaman itu hanya fitnah dan tidak memuat fakta yang akurat.

Kontroversi buku ini semakin menggelinding karena buku bersampul putih itu sulit didapatkan di pasaran. Ada yang mencurigai langkanya buku tersebut karena ditarik dari peredaran secara diam-diam, namun sebagian mengganggap buku tersebut sulit didapat karena sudah habis diburu orang yang penasaran dengan isi buku kontroversial tersebut.
Sementara itu, Isu pihak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melarang peredaran buku berjudul Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, tidak benar. 

Demikian ditegaskan anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan kepada wartawan di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

“Dari pihak Pak SBY tidak ada yang memberhentikan peredaran buku dan tidak ada yang melarang peredaran buku . Tapi saya tidak tahu mengapa info yang beredar bahwa pihak SBY melakukan pelarangan dan penarikan buku Gurita Cikeas,” tuturnya.

Bahkan, mantan anggota tim sukses SBY pada Pemilu 2004 itu menyatakan ketidaksetujuannya apabila buku karya George Junus Aditjondro itu ditarik ataupun dilarang beredar.

“Saya tidak setuju penarikan buku itu. Kalau kita menghadapi si George, kami balas dengan buku,” tandasnya.

Sebelumnya, Ramadhan mengatakan akan memberi pelajaran kepada George tetapi dengan cara-cara lain dan tidak akan menggunakan UU ITE.

Sementara mengenai isu bahwa buku setebal 140 halaman itu ditarik dari peredaran, lantaran beredar kabar buku tersebut sulit didapat. Apalagi di toko buku besar.

Sementara itu, Ketua DPR Marzuki Alie mengingatkan kepada penulis buku Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century, George Junus Aditjondro untuk menulis buku sesuai dengan fakta.

“Tetapi kalau fitnah bisa kena pasal pencemaran nama baik,” kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Meski sampai saat ini belum melihat dan membaca buku tersebut, namun dirinya tidak mempermasalah jika apa yang ditulis di buku tersebut berdasarkan fakta yang ada.

“Kalau tulisan ilmiah dan fakta di era demokrasi tidak ada larangan, tetapi kalau isinya fitnah baru kena pasal yang tadi saya sebutkan,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai sejumlah lembaga sosial keluarga Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut dalam buku tersebut, mantan Sekjen Partai Demokrat ini meminta informasi tersebut harus jelas.

“Harus dilihat dahulu, kelurganya jauh atau dekat. Kegiatan sosial boleh-boleh saja, kalau melarang kegiatan sosial salah juga. Sepanjang yayasan menjalankan tugas dengan baik tidak ada masalah itu,” tuturnya.

Sementara itu Presiden menyatakan prihatin atas terbitnya buku yang isinya menuding sejumlah yayasan milik keluarga Cikeas sebagai pengumpul dana bagi kegiatan kampanye SBY pada Pilpres lalu.

Juru Bicara Presiden SBY Julian Aldrin Pasha mengatakan, dalam buku tersebut terdapat fakta yang tidak akurat. Namun pihak SBY belum menentukan langkah hukum terkait peredaran buku "Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century".

Sementara itu, Panitia Khusus Hak Angket Century dipastikan tidak akan terlibat dengan hal-hal yang sifatnya kontroversial, seperti misalnya terkait buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century” karya George Junus Aditjondro.  

Demikian dikatakan Ketua Pansus Angket Bank Century Idrus Marham saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan.

“Pansus tidak ingin terlibat yang sifatnya kontroversial, nanti akan kami pelajari apakah relevan. Masalah valid akan kami lihat, dan masalahnya buku ini masih perdebatan karena masih kontroversial,” tutur Idrus.

Idrus yang mengaku telah membaca sebagian buku itu pun menilai, buku karangan George tersebut banyak mengutip dari berbagai sumber

“Kesan pertama, buku itu banyak mengutip dan tidak luar biasa. Di situ tidak ada ungkapan aliran dana tapi masalah yayasan, yayasan itu memang ada,” tandas dia.

Sebelumnya, dalam wawancara terpisah, anggota Pansus Angket Century dari Fraksi Hanura Akbar Faisal mengatakan, pansus belum perlu menggunakan buku Gurita Cikeas sebagai referensi dalam memverifikasi kasus Century.

Menurutnya, data yang didapat pansus dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah cukup untuk dijadikan referensi.(ok4) www.suaramedia.com