| Kegagalan 2006 di Irak akan kembali dialami oleh AS Di Afghanistan |
KABUL (Berita SuaraMedia) – Jenderal Stanley A. McChrystal menghadapi momok runtuhnya dukungan politik AS untuk perang di Afghanistan dalam bulan-bulan mendatang dibandingkan dengan yang terjadi dalam Perang Irak pada akhir tahun 2006.Pesan McChrystal bahwa strateginya akan melemahkan Taliban di rumahnya sendiri mengalami kegagalan terburuk sejauh ini, ketika dia mengakui bahwa serangan di Kandahar dan distrik-distrik sekitarnya ditunda hingga paling cepat bulan September, karena tidak mendapat dukungan dari penduduk dan pemimpin Kandahar. Yang sama merusaknya terhadap kredibilitas strategi McChrystal adalah laporan berita Washington Post mengenai kegagalan serangan Marja di bulan Februari silam. Tema dasar yang menggarisbawahi kedua cerita itu – bahwa penduduk Afghan di markas Taliban tidak bekerjasama dengan pasukan AS dan NATO – kemungkinan besar akan terulang lagi dalam liputan media di bulan-bulan mendatang. Operasi Kandahar sebelumnya diumumkan akan dimulai bulan Juni. Tapi sekarang jelas bahwa McChrystal akhirnya memahami selama berminggu-minggu bahwa premise paling mendasar dari operasi itu ternyata salah. Artikel Washington Post mengenai pengumuman McChrystal melaporkan pemerintah AS mengeluh bahwa dukungan dari penduduk Kandahar yang diandalkan oleh AS melalui Karzai tidak terwujud. Penjelasan itu tidak membuat rencana perang McChrystal lebih terpercaya, karena Karzai tidak merahasiakan pilihannya untuk sebuah penyelesaian negosiasi alih-alih upaya berlanjut untuk melemahkan Taliban dengan menduduki daerah pusat kekuasaan mereka. Laporan di Washington Post, yang ditulis oleh Editor Nasional Rajiv Chandrasekaran, memberikan bukti detail pertama dari non-kooperasi sistematis penduduk Marja dengan pasukan AS. Chandrasekaran melaporkan bahwa Marinir wanita AS berusaha membujuk wanita Afghan untuk datang ke sebuah pertemuan minggu lalu, tapi tidak satu wanita pun yang muncul. Pejabat AS di Marja berusaha meyakinkan penduduk setempat bahwa mereka harus mempercayai pasukan asing untuk melindungi mereka dari Taliban, tapi Taliban masih bisa mengancam untuk menghukum mereka yang bekerjasama dengan pasukan pendudukan. Untuk memastikan bahwa tidak ada lagi Taliban yang beroperasi di area itu, McChrystal telah mengirimkan 15,000 tentara AS, Inggris, dan Afghan untuk mengendalikan populasi Marja. Fakta bahwa pasukan AS-NATO tidak bisa menyingkirkan Taliban dari Marja adalah bukti bahwa strategi McChrystal telah gagal. |


