|
Zamboanga City (Redaksi Fajri) - Sejak Januari tahun ini sekitar 60 orang telah tewas di Kota Zamboanga yang dengan mudah kota itu memenuhi syarat sebagai "ladang pembantaian", selain dicap sebagai ibukota penculikan di Philipina.
Demikian pandangan yang diungkapkan Hasan Hattab, perwira tinggi MILF bidang politik yang bermarkas di Mindanao Barat, dalam sebuah wawancara dengan luwaran.com. Dia mengatakan sebagian besar korban adalah orang-orang Musim Moro, Kematian yang tampaknya menjadi bagian dari kampanye sistematis untuk meneror dan mencegah orang Moro bermigrasi ke kota yang disebut sebagai satu-satunya "Kota Latin" di negeri Philipina. Dari lebih dari 90 barangay (desa), 22 sudah ditempati mayoritas Muslim Moro. Dia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun kota tersebut telah menjadi pusat eksekusi dan sebagian besar korban adalah orang-orang muslim Moro. Namun, ia mengatakan situasi telah mereda baru-baru ini karena intervensi dari beberapa polisi Moro, yang sudah khawatir dengan kecenderungan yang meningkat dalam pembunuhan tersebut. Bulan yang lalu, sekitar 50 orang tak bersalah ditemukan tewas dan dibuang di beberapa kawasan hutan di Zamboanga City. Kebanyakan korban adalah orang Moro dan penduduk kota tersebut. Dalam perkembangan baru-baru ini, para pemimpin keagamaan di kota yang juga telah menyatakan alarm atas serentetan pembunuhan yang mereka katakan telah mengubah kota ini menjadi ladang pembantaian. Fr. Angel Calvo, kepala kelompok Advokat Perdamaian Zamboanga, mengatakan sedikitnya 60 orang telah tewas dalam serangan terpisah sejak Januari. Sedang polisi, sumber tersebut mengatakan, menyebutkan jumlah korban hanya 35 orang. http://www.voa-islam.com/news/philipine/2010/06/21/7257/zamboanga-cityladang-pembantaian-muslim-moro/ |