Make sure you have at least Flash Player 7. If not,please download.
Maudhu'i
Da'i Antara Tokoh Hakiki dan Tokoh Fantasi

DA`I

ANTARA TOKOH HAKIKI DAN TOKOH FANTASI

Ahmad bin Abdurrahman Ash Shuyan

 

            Peristiwa di dunia Islam silih berganti, perubahan politik terus menerus terjadi, pertempuran antara Islam dan kekufuranpun berpindah dari satu wilayah ke wilayah yang lain, sedangkan kaum muslimin seperti anak-anak yatim yang berada di atas hidangan sampah.

            Shahwah Islamiyah modern mendapatkan warisan harta berupa penyimpangan dan kemunduran yang diderita umat secara menyeluruh sebagai akibat masa-masa lemah dan kebangkrutan yang tak terhenti.

Read more...
 
Definisi Ushul Fiqh dan Hukum Syara

  

أصُــول الفِـقْـه

تعريفه:

أصول الفقه يعرّف باعتبارين

USHUL FIQIH

DEFINISINYA:

 

Ushul Fiqih didefinisikan dengan 2 tinjauan:

الأول: باعتبار مفردَيهِ؛ أي: باعتبار كلمة أصول، وكلمة فقه.

Pertama: ditinjau dari mufrodat ( kosa katanya ) terdiri dari dua mufrodat : yaitu kata usul dan kata fiqh

فالأصول: جمع أصل، وهو ما يبنى عليه غيره، ومن ذلك أصل الجدار وهو أساسه، وأصل الشجرة الذي يتفرع منه أغصانها قال الله تعالى: )أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ) (إبراهيم:24) .

Maka kata usul الاصول  adalah jamak dari kata aslun أصل  dan dia itu maknanya : apa-apa  yang dibangun di atasnya yang selainnya, dan diantaranya adalah 'pokoknya tembok dan dia itu adalah pondasinya, dan pokoknya pohon yang bercabang darinya ranting-rantingnya, sebagaiamana firman Allah Y:

  )أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ) (إبراهيم:24)

24.  Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Y Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[1] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit ( QS ibrahim : 24 )

___________________________________________________

[1]  termasuk dalam Kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti Laa ilaa ha illallaah.

 

والفقه لغة: الفهم، ومنه قوله تعالى: )وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي * يَفْقَهُوا قَوْلِي) (طـه:27 -28)

Dan fiqh secara bahasa adalah : pemahaman sebagaimana firman Allah Y  : 27.  Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,28.  Supaya mereka mengerti perkataanku, ( QS thohaa: 27-28 )  

واصطلاحاً: معرفة الأحكام الشرعية العملية بأدلتها التفصيلية.

Makrifatul ahkaamis syar'iyyatil 'amaliyyahi bil adilatihaa at tafsiliyyah.

Adapun makna secara istilah syar'ii adalah "Mengetahui hukum-hukum syar'i yang bersifat amaliyyah dengan dalil dalilnya yang terperinci."

فالمراد بقولنا: (معرفة) ؛ العلم والظن؛ لأن إدراك الأحكام الفقهية قد يكون يقينيًّا، وقد يكون ظنيًّا، كما في كثير من مسائل الفقه.

Adapun maksud perkataan kami ( ma'rifah / mengetahui  ) adalah ilmu dan persangkaan Karena mengetahui hukum-hukum fiqih terkadang bersifat yakin dan terkadang bersifat persangkaan, sebagaimana banyak dalam masalah-masalah fiqih.

 

والمراد بقولنا: (الأحكام الشرعية) ؛ الأحكام المتلقاة من الشرع؛ كالوجوب والتحريم، فخرج به الأحكام العقلية؛ كمعرفة أن الكل أكبر من الجزء والأحكام العادية؛ كمعرفة نزول الطل في الليلة الشاتية إذا كان الجو صحواً.

Adapun maksud dari perkataan kami ( ahkamus syar'iyyah / hukum-hukum syari'at ) adalah : hukum-hukum yang diambil dan berhubungan  dengan  syari'at, seperti wajib dan haram, maka keluar darinya (yakni Hukum-hukum syar'i) hukum-hukum akal; seperti mengetahui bahwa keseluruhan lebih besar daripada sebagian; dan hukum-hukum adat (kebiasaan); seperti mengetahui turunnya embun di malam yang dingin jika cuaca cerah.

والمراد بقولنا: (العملية) ؛ ما لا يتعلق بالاعتقاد؛ كالصلاة والزكاة، فخرج به ما يتعلق بالاعتقاد؛ كتوحيد الله ومعرفة أسمائه وصفاته، فلا يسمّى ذلك فقهاً في الاصطلاح.

Adapun maksud dari perkataan kami ( al amaliyah ) adalah : apa-apa yang tidak berhubungan dengan aqidah, seperti sholat dan zakat. Maka tidak termasuk darinya (Amaliah) apa-apa yang berhubungan dengan aqidah; seperti mentauhidkan Allah Y , dan mengenal nama-nama dan sifat-Nya; maka yang demikian tidak dinamakan Fiqih secara istilah.

والمراد بقولنا: (بأدلتها التفصيلية) ؛ أدلة الفقه المقرونة بمسائل الفقه التفصيلية؛ فخرج به أصول الفقه؛ لأن البحث فيه إنما يكون في أدلة الفقه الإجمالية.

Adapun maksud dari perkataan kami ( bil adilatil tafsiliyyah / dengan dalil-dalil yan terperinci ) adalah : dalil-dalil fiqh yang berhubungan dengan masalah-masalah fiqh yang terperinci, maka tidak termasuk di dalamnya ilmu Ushul Fiqih karena pembahasan di dalamnya hanyalah mengenai dalil-dalil  fiqih yang umum.

الثاني: باعتبار كونه؛ لقباً لهذا الفن المعين، فيعرف بأنه: علم يبحث عن أدلة الفقه الإجمالية وكيفية الاستفادة منها وحال المستفيد.

Kedua : dari tinjauan keberadaannya sebagai julukan pada bidang tertentu, maka Ushul Fiqih didefinisikan dengan : "Ilmu yang membahas dalil-dalil fiqih yang umum dan cara mengambil  faidah darinya dan kondisi al mustafid ( orang yang mengambil faidah darinya )

فالمراد بقولنا: (الإجمالية) ؛ القواعد العامة مثل قولهم: الأمر للوجوب والنهي للتحريم والصحة تقتضي النفوذ، فخرج به الأدلة التفصيلية فلا تذكر في أصول الفقه إلا على سبيل التمثيل للقاعدة.

Dan maksud dari perkataan kami ( al ijmaliyyah / umum ) adalah : kaidah-kaidah secara umum seperti perkataan : "perintah menunjukkan hukum wajib", "larangan menunjukkan hukum haram", "sah-nya suatu amal menunjukkan amal tersebut telah terlaksana (yakni, ia tidak dituntut untuk mengulangi, pent)". Maka tidak termasuk dari "yang umum": dalil-dalil yang terperinci. Dalil-dalil terperinci tersebut tidaklah disebutkan dalam ilmu Ushul Fiqih kecuali sebagai contoh (dalam penerapan) suatu kaidah.

والمراد بقولنا: (وكيفية الاستفادة منها) ؛ معرفة كيف يستفيد الأحكام من أدلتها بدراسة أحكام الألفاظ ودلالاتها من عموم وخصوص وإطلاق وتقييد وناسخ ومنسوخ وغير ذلك، فإنَّه بإدراكه يستفيد من أدلة الفقه أحكامها.

Adapun maksud dari ucapan kami  ( kaifiyatul istifadah minha / bagaimana cara mengambil faedah darinya) adalah : mengetahui bagaimana mengambil faidah hukum dari dalil-dalilnya dengan mempelajari hukum-hukum lafadz dan penunjukkannya seperti umum, khusus, muthlaq, muqoyyad, nasikh, mansukh, dan lain-lain. Maka dengan menguasainya (yakni cara mengambil faidah dari dalil-dalil umum) seseorang bisa mengambil faidah hukum dari dalil-dalil fiqh 

والمراد بقولنا: (وحال المستفيد) ؛ معرفة حال المستفيد وهو المجتهد، سمي مستفيداً؛ لأنه يستفيد بنفسه الأحكام من أدلتها لبلوغه مرتبة الاجتهاد، فمعرفة المجتهد وشروط الاجتهاد وحكمه ونحو ذلك يبحث في أصول الفقه

Adapun maksud dari perkataan kami ( wa haalul mustafid / dan keadaan orang yang mengambil faedah ) adalah :orany yang mengambil faidah disebut  mujtahid. Dinamakan orang yang mengambil faidah karena ia dengan sendirinya  dapat mengambil faidah hukum dari dalil-dalilnya karena ia telah mencapai derajat ijtihad. Maka mengenal mujtahid, syarat-syarat ijtihad, hukumnya dan yang semisalnya dibahas dalam ilmu Ushul Fiqih.

 %%%%%%%%%

Read more...
 
MENUJU MASYARAKAT ISLAMI
Darling calls for pay restraint

MUQADDIMAH

Rasulullah  diutus Alloh Subhanahu wa Ta’ala sebagai “rahmatan lil 'alamin”, yaitu pembawa kerahmatan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk seluruh alam semesta. Kerahmatan yang dibawa oleh Rasulullah  adalah Islam.

Islam  adalah  agama  Alloh Subhanahu wa Ta’ala satu-satunya  dan  Alloh Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima amal di luar Islam. Seluruh penganut selain Islam akan merugi di akhirat nanti. Islam yang di maksud adalah Islam seluruhnya yang diterima dan dilaksanakan baik bentuk tekstualnya maupun substansinya. Bukan substansi pemahaman universal yang hanya serupa dengan substansi Islam tetapi tak sama, bahkan pada hakikatnya adalah kesesatan. Islam diturunkan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala untuk kita terapkan, bukan hanya untuk dipercaya. Hanya ketika diterapkan itulah, Islam menjadi kerahmatan untuk seluruh isi alam semesta.

Kita harus menerapkan Islam secara keseluruhan, jika kita menginginkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Menerapkannya dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.

Masalah penerapan Islam bukanlah masalah kebebasan memilih bagi ummat Islam, akan tetapi merupakan konsekwensi dan pembuktian dari keislaman dan keimanan mereka.

Lalu mengapa kita harus ragu? Islam adalah rahmatan lil 'alamin. Kerahmatan untuk kita semua!

Hanya dengan Islam, kebahagian sejati bisa dicapai oleh pribadi-pribadi, keluarga-keluarga dan masyarakat.
Read more...