Oase

KEUTAMAAN 10 DZULHIJJAH

Tidak diragukan lagi, jika seseorang melakukan suatu amalan, atau mengunjungi suatu tempat, atau berkumpul dengan seseorang, kemudian ia merasakan bahwa dia tidak akan kembali kepadanya lagi, maka perasaan seperti ini didalam jiwanya menambah adanya perasaan lain, bahwa betapa penting ia harus memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang kemungkinan tidak terulang lagi tersebut. Maka karena itulah, ketika para shohabat rodhiallohu 'anhum mendengarkan mau'idzoh (nasehat) Nabi sholallohu 'alaihi wa sallam dan menanyakan yang lebih penting.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسِ - رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا - عَنِ النَّبِيِّ  قَالَ : ( مَا مِنْ أََيَّامِ العَمَلِ الصَّالِحِ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْهُ فِيْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ ، قَالُوْا : وَلَا الجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ! وَلَا الجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ وَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas rodhiallohu anhuma dari Nabi sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda: tiada diantara hari-hari beramal sholih lebih dicintai oleh Alloh subhanahu wa ta’ala daripada sepuluh (10) hari ini, mereka (para shohabat) bertanya: tidak (juga) jihad dijalan Alloh subhanahu wa ta’ala! (bersabda): tidak juga jihad fisabilillah, kecuali seorang laki-laki yang keluar (jihad) dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dari hal itu sesuatu pun. (HR. Bukhori: 969)

Hadits ini menunjukkan atas keutamaan sepuluh hari pertama dari bulan dzulhijjah dibanding hari-hari setahun, karena Nabi sholallohu 'alaihi wa sallam menyaksikan hal itu dalam hadits ini, dan karena beliau menganjurkan untuk beramal sholeh pada hari-hari itu.

Dan dalam hadits ini, juga menunjukkan bahwa setiap amal sholeh pada hari-hari ini merupakan amal yang lebih dicintai Alloh subhanahu wa ta’ala dari hari-hari lainnya.

Berikut ini beberapa amalan-amalan yang baik dikerjakan dalam sepuluh hari dzulhijjah, diantaranya:

1)      Memperbanyak sholat sunnah, bersedekah, dan seluruh amal sholeh seperti: berbuat baik kepada kedua orang tua, menyambung silaturrahmi, taubah dan ibadah lainnya.

عَنْ رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيُّ قَالَ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: سَلْ فَقُلْتُ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَالَ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ قُلْتُ هُوَ ذَاكَ قَالَ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Diriwayatkan dari Robi’ah bin Ka’ab Al-Aslami rodhiallohu ‘anhu, berkata: dahulu saya menginap bersama Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam, dan aku datangkan kepadanya air wudhu’ dan kebutuhannya, maka beliau berkata kepadaku: bertanyalah. Maka aku berkata: “aku minta untuk menemanimu dijannnah, beliau berkata: “atau selain itu?”. Sayau berkata: “itu (saja)”. Beliau bersabda: “maka bantulah aku atas dirimu dengan banyak sujud “. (HR. Muslim: 754)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ :قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا مِنْ ذَهَبٍ فِي الْجَنَّةِ

Diriwayatkan dari Anas bin malik rodhiallohu ‘anhu berkata: “Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: barangsiapa sholat dhuha 12 roka’at, Alloh bangun baginya sebuah istana dari emas didalam jannah”. (HR. Tirmidzi: 435)

عَنْ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ :أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik rodhiallohu ‘anhu: bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “barangsiapa lebih suka untuk dibentangkan rizqinya, dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung silaturrahmi”. (HR. Bukhori: 5527)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Alloh dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Robb kalian akan menutupi kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai". (QS. At Tahriim [66]: 8)

2)      Memperbanyak dzikir kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, membaca Al-Qur'an.

Berdzikir kepada Alloh subhanahu wa ta’ala baik diwaktu kerja, ataupun diwaktu-waktu luang, doa dan dzkir merupakan senjata bagi setiap orang muslim dari berbagai bahaya yang mengancamnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ :أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.

Diriwayatkan dari Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu: bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan subhanalloh wa bihamdih sehari seratus kali, akan dihapus kesalahan-kesalahannya, walaupun dosanya seperti buih di laut”. (HR. Bukhori: 5926)

3)      Puasa, walaupun tidak ada hadits tentang puasa yang menganjurkan kekhususannya ini, akan tetapi berdasarkan dalil umum tentang keutamaan beramal sholeh pada hari ini.

4)      Haji dan Umroh.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Diriwayatkan dari Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu: bahwa Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umroh sampai Umroh (yang lain) merupakan penghapus (dosa) diantara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya melainkan Jannah”. (HR. Bukhori: 1650 dan Muslim: 2403)

5)      Semangat untuk berkorban dan tidak menyepelekannya.

Rosululoh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda setelah mendirikan sholat ied adha:

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَلْيَذْبَحْ شَاةً مَكَانَهَا وَمَنْ لَمْ يَكُنْ ذَبَحَ فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ

“Barangsiapa yang telah berkorban sebelum sholat maka hendaklah dia berkorban kambing sebagai gantinya, dan barangsiapa yang belum berkurban maka berkurbanlah dengan menyebut nama Alloh”. (HR. Bukhori: 5120 dan Muslim: 3622)