Oase

BERIMAN KEPADA HARI AKHIR 2

Hari akhir adalah masalah ghoib, tidak ada yang mengetahui waktu terjadinya secara pasti selain Alloh subhanahu wa ta'ala. Al-Qur'an sendiri secara tegas menjelaskan bahwa terjadinya qiyamat merupakan kekhususan dan rahasia ilmu Alloh subhanahu wa ta'ala, sehingga para Malaikat dan para Nabi yang mempunyai kedekatan disisi-Nya sekalipun tidak mengetahuinya.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Mereka menanyakan kepadamu tentang qiyamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang qiyamat itu adalah pada sisi Robbku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. qiyamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. qiyamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari qiyamat itu adalah di sisi Alloh, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". (QS. Al A'raaf [7]: 187)

"Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu Hanya di sisi Alloh". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya". (QS. Al Ahzab [33]: 63)

"(orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan, kapankah terjadinya?. Siapakah kamu (maka) dapat menyebutkan (waktunya)?". (QS. An Nazi'at [79]: 42-43)

Ayat-ayat diatas merupakan bukti nyata yang jelas bahwa pengetahuan tentang terjadinya waktu qiyamat hanya Alloh lah yang mengetahuinya dan terjadinya secara tiba-tiba.

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam juga tidak mengetahuinya, karena hal itu termasuk salah satu dari 5 kunci perbendaharaan alam ghoib Alloh subhanahu wa ta'ala.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya Alloh, Hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari qiyamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Alloh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal". (QS. Luqman [31]: 34)

Dalam hadits Jibril alaihis salaam yang termasyhur, ketika dia bertanya kepada Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam tentang terjadinya qiyamat, beliau menjawab:

"مَا المَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ"

"Tidaklah Orang yang ditanya lebih mengetahui dari sipenanya". (HR. Bukhori: 50 dan Muslim: 8)

Dati hadits ini diketahui bahwa Malaikat Jibril alaihis salaam dan Nabi sholallohu alaihi wa sallam, malaikat dan manusia yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Alloh subhanahu wa ta'ala. Namun keduanya tidak mengetahui terjadinya qiyamat. Maka bagaimana mungkin denngan selain keduanya? Tentunya lebih layak lagi untuk tidak mengetahuinya!.

Meskipun Alloh subhanahu wa ta'ala menyembunyikan dan merahasiakan waktu qiyamat kepada hamba-hambaNya, namun Dia pun memberitahukan tanda-tanda dekatnya qiyamat kepada manusia. Bahkan secara tegas Al-Qur'an menyebutkan dan menamakannya Asyrothus saa'ah (tanda-tanda qiyamat).

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا }

"Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, Karena Sesungguhnya Telah datang tanda-tandanya". (QS. Muhammad [47]: 18)

Pengertian Tanda-Tanda Qiyamat

Al-Asyroth (الأَشْرَاطُ) kata jamak dari syarath (الشَّرَطُ) yang berarti tanda, bila dikatakan tanda sesuatu adalah permulaanya. Contohnya, tanda pimpinan adalah orang yang berada didepan pasukannya". (lihat An-Nihayah: 2/460)

Sedangkan yang di maksud dengan (أَشْرَاطُ السَّاعَةِ) adalah tanda-tanda yang mengdahului kedatangan hari qiyamat". (lihat Fath Bari: 13/79)

Macam-Macam Tanda-Tanda Qiyamat.

Berdasarkan hadits-hadits Nabi sholallohu alaihi wa sallam, pembagian tanda-tanda qiyamat secara garis besar ada dua, yaitu:

1)      Tanda-tanda qiyamat shugro (kecil). Ada dua bagian:

a.       Tanda yang telah terjadi dan tidak akan terulang kembali.

Contohnya:

-         Diutusnya Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam. Sebagaimana dari Anas bin Malik rodhiallohu anhu dari Nabi sholallohu alaihi wa sallam, beliau bersabda:

"بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ . وَضَمَّ السَّبَابَةَ وَالوُسْطَى".

"Aku dan qiyamat di utus seperti ini. Dan (beliau) mengumpulkan jari telunjuknya dan jari tengah". (HR. Bukhori: 6504 dan Muslim: 2951)

-         Bulan terbelah. Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ }

"Telah dekat datangnya qiyamat dan Telah terbelah bulan". (QS. Al-Qomar: 1)

b.      Tanda yang telah terjadi namun masih terus berlangsung dan akan terulang.

Contohnya:

-         Seorang budak perempuan melahirkan tuanya. Dalam hadits Jibril alaihis salaam berkata:

« قَالَ فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ ؟ قَالَ : مَا المَسْئُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ . قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا ، قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَّةُ رَبَّتَهَا ، وَأَنْ تَرَى الحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رُعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ البُنْيَانِ »

Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari qiyamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “. (HR. Muslim: 8)

-         Munculnya tiga puluh pembohong mengaku Nabi. Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُوْنَ كَذَّابُوْنَ قَرِيْبًا مِنْ ثَلَاثِيْنَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُوْلُ اللهِ"

"Qiyamat tidak datang hingga muncul para dajjal pembohong dekat dari 30 (orang) semuanya mengaku bahwa dia uturan Alloh". (HR. Bukhori: 3609)

2)      Tanda Qiyamat Kubro (besar).

-         Muncul imam Mahdi, yaitu seorang laki-laki dilahirkan dari keturunan Hasan bin Ali rodhiallohu anhuma, nama dia seperti nama Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa sallam dan nama bapakanya Abdulloh seperti nama bapak Nabi.

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ العَرَبُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيْ وَاسْمُ أَبِيْهِ اسْمُ أَبِيْ ، يَمْلَأُ الأَرْضَ عَدْلًا وَقِسْطًا كَمَا مَلَئَتْ جُوْرًا وَظُلْمًا

"Dunia tidak sirna (qiyamat) hingga Arab memiliki seorang laki-laki dari (keturunan) ahli rumahku, namanya sesuai dengan namaku dan nama bapaknya sesuai nama bapakku. Dia Memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi telah penuh dengan kelaliman dan kedzoliman". (HR. Abu Daud: 4282 dan Tirmidzi: 2230, berkata hasan shohih)

-         Keluar Dajjal.

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِيْ أُمَّتِيْ فَيَمْكُثُ أَرْبَعِيْنَ لَا أَدْرِيْ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِيْنَ شَهْرًا أَوْ أَرْبَعِيْنَ عَامًا فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدِ فَيَطْلُبُهُ فَيُهْلِكُهُ"

"Dajjal keluar diummatku, lalu tinggal  40, tidak tahu 40 hari atau 40 bulan atau 40 tahun. Kemudian Alloh mengutus Isa bin Maryam, dia seperti Urwan bin Mas'ud, lalu dia mencarinya (dajjal) dan membunuhnya". (HR. Muslim: 2940)

-         Turun Isa' bin Maryam alaihis salaam.

"وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَيُوْشِكُنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حُكْمًا عَدْلًا فَيُكْسِرَ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلَ الخِنْزِيْرَ ، وَيَضَعَ الجِزْيَةَ وَيُفِيْضَ المَالَ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ ، حَتَّى تَكُوْنَ السَّجْدَةُ الوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهِ"

"Demi jiwaku ditangannya, sungguh dekat (waktunya) Isya bin Maryam turun pada kalian sebagai hakim yang adil, lalu menghancurkan salib, dan membunuh babi, meletakkan Jizyah dan berlimpah harta hingga tidaka ada seorang yang menerimanya (sedekah), hingga satu sujud lebih baik dari pada dunia dan seisinya". (HR. Bukhori: 2222 dan Muslim: 155)

-         Keluar Ya'juj dan Ma'juj.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ حَتَّى إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ }{ وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا }

"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang Tinggi. Dan Telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir". (QS. Al Anbiyaa' [21]: 96-97)

-         Hancurnya Ka'bah.

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

« يُخْرِبُ الكَعْبَةَ ذُوْ السَّوِيْقَتَيْنِ مِنَ الحَبَشَةِ »

"Ka'bah akan dirusakkan oleh dzu sawiqotain dari negeri habasyah". (HR. Bukhori: 1591 dan Muslim: 2909)

-         Dukhon (Kabut).

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ }{ يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ}

"Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia. inilah azab yang pedih". (QS. Ad Dukhaan [44]: 10-11)

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْا قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ".

"Sesungguhnya tidak akan datang (qiyamat) hingga kalian melihat sebelumnya 10 tanda-tanda, lalu menyebutkan kabut, dajjal dan dabbah (hewan)". (HR. Muslim: 2901)

-         Terbitnya matahari dari barat.

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"لَا تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ فَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوْا أَجْمَعُوْنَ فَذَاكَ حِيْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِيْ إِيْمَانِهَا خَيْرًا"

"Qiyamat tidak datang hingga matahari terbit dari barat. Apabila terbit, manusia melihatnya, mereka beriman semuanya. Dan itu ketika keimanannya tidak bermafaat untuk dirinya sendiri yang tidak beriman sebelum itu, dan dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya". (HR. Bukhori: 4636 dan Muslim:157)

-         Keluarnya Dabbah (hewan-hewan).

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

{ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ }

"Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami". (QS. An Naml [27]: 82)

-         Keluar api. Api besar keluar dari daerah Aden yang mengumpulkan manusia.

Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ اليَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ"

"Dan akhir hal itu (tanda qiyamat) adalah api yang keluar dari Yaman menggiring manusia ketempat mereka berkumpul". (HR. Muslim: 2901)

Dan diriwayat Hudazifah:

"وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعْرَةِ عَدْن تَرْحَلُ النَّاسَ"

"Dan api yang keluar dari kawah di Aden, yang memindahkan orang-orang".