Oase

GOLONGAN YANG SELAMAT (II)
  1. Wajibnya Mengikuti Firqoh Naajiyah.

Ahlu Sunnah wal Jama'ah sebagai Firqoh Najiyah adalah orang-orang yang mengikuti aqidah Islam yang benar, komitmen dengan manhaj Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersama para shohabat dan tabi'in dan semua generasi yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari qiyamat. Mengikuti aqidah dan manhaj mereka merupakan kewajiban mutlak yang dapat menyelamatkan seseorang atau kelompok dari kesesatan-kesesatan yang menyimpang dari jalan yang haq.

Perhatikan dalil-dalil berikut ini:

1.      Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Alloh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Alloh". (QS. At-Taubah [9]: 100)

Mereka adalah orang-orang yang terdahulu dari kalangan ummat Islam dalam beriman, berhijrah, jihad, dan menegakkan agama Alloh subhanahu wa ta'ala. Mereka terdiri dari orang-orang Muhajirin yang keluar dari negeri mereka dengan mengharap tambahan ridho Alloh subhanahu wa ta'ala, guna menolong agama dan Rosul-Nya. Mereka adalah orang-orang yang benar, begitu juga dari orang-orang Anshor yang menyediakan tempat dan Iman, mencintai orang yang hijroh, dan hati-hati mereka tidak butuh kepada apa yang dibawa oleh orang-orang yang hijroh, mereka lebih mengutamakan orang-orang yang hijroh sekalipun mereka butuh. Serta orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam aqidah, perkataan dan amal. Mereka semua adalah orang-orang yang selamat dari celaan serta memperoleh pujian dan karomah yang utama dari Alloh subhanahu wa ta'ala.

2.      Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dan Barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali". (QS. An-Nisaa' [4]: 115)

Mafhum ayat ini menunjukkan bahwa orang yang tidak menyelisihi Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam dan mengikuti jalan orang-orang yang beriman (para shohabat) dimana tujuannya adalah keridhoan Alloh subhanahu wa ta'ala, mengikuti Rosul-Nya dan konsekuen dengan jama'ah kaum muslimin, kemudian muncul beberapa dosa dan niatan kearah tersebut pada dirinya yang merupakan dorongan-dorongan nafsu dan kekuatan tabi'at, maka Alloh subhanahu wa ta'ala tidak membiarkannya dikuasai oleh hawa nafsu dan syaithon, bahkan Alloh subhanahu wa ta'ala akan memperhatikan dirinya dengan dipelihara ia dari keburukan. (lihat Taisir Karimin Rohman: 166)

3.      Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ"

"Kalian wajib berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khulafa' Rosyidin yang mendapat hidayah setelahku". (HR. Ashabu Sunan)

Diantara faidah hadits diatas adalah:

a)      Tidak ada jalan yang dapat menyelamatkan kaum muslimin dari penyimpangan-penyimpangan yang mereka alami dalam pemahaman dien mereka serta terpecah belahnya mereka menjadi banyak madzhab/ kelompok, kecuali dengan kembali kepada rujukan Islam yang asasi yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dengan keduanya agama akan tegak dan dengan selain keduanya agama akan disimpangkan (diselewengkan).

b)      Khulafa Rosyidin yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ridhwnullohi alaihim serta hukum-hukum yang dikenal pada masa shohabat yang mulia adalah lebih utama untuk diikuti dari pada mengikuti selain mereka. Hal ini dikarenakan, kedalaman ilmu mereka tentang sunnah dan waro' (hati-hati)nya mereka dalam agama". (Nuzhah Al-Muttaqin: 1/ 148)

4.      Ibnu Mas'ud rodhiallohu anhu berkata"

"فَإِنَّ الجَمَاعَةَ مَا وَافَقَ الحَقَّ وَلَوْ كُنْتَ وَحْدَكَ"

"Sesungguhnya jama'ah adalah apa yang sesuai dengan kebenaran sekalipun engkau seorang diri". (Mishkah Al-Mashooib: 1/61)

5.      Imam Ahmad rohimahullohu alaihi berkata:

"Dasar-dasar sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan (sunnah) yang dipegang oleh para shohabat Nabi sholallohu alaihi wa sallam". (Syarah Usul I'tiqod Ahlu Sunnah: 1/ 156)

6.      Abu Syamah berkata: "Perintah mengenai konsekuen dengan jama'ah, maka yang dimaksud adalah konsekuen dengan yang haq dan mengikutinya, sekalipun orang yang berpegang teguh dengan yang haq itu sedikit dan orang yang menyelisihinya cukup banyak. Karena haq (kebenaran) itu adalah apa yang dipegang oleh jama'ah pertama yaitu Nabi sholallohu alaihi wa sallam dan para shohabatnya". (Al-Ba'its ala Inkari Al-Bid'ah wa Al-Hawadits: 22)

7.      Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

"خَيْرُكُمْ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ"

"Sebaik-baik generasi adalah generasiku kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka". (HR. Bukhori: 3651 dan Muslim: 2533)

8.      Ibnu Mas'ud rodhiallohu anhu berkata:

"Barangsiapa yang hendak mencari sunnah, maka carilah kepada generasi terdahulu. Mereka adalah shohabat-shohabat Nabi sholallohu alaihi wa sallam. Mereka adalah ummat generasi terbaik, paling bersih hatinya, paling dalam ilmunya dan paling sedikit bebannya. Mereka adalah kaum yang dipilih oleh Alloh subhanahu wa ta'ala untuk menemani Nabi-Nya yang menyebarkan Agama-Nya. Maka contohlah oleh kalian akhlak-akhlak dan tata cara hidup mereka. Mereka para shohabat Nabi sholallohu alaihi wa sallam adalah orang yang berada diatas hidayah yang lurus. Demi Alloh, itulah jalan yang benar". (Jami' Bayan Al-Ilmi: 2/119)

B.     Cirri-Ciri Firqoh Naajiyah.

1.      dikalangan Ummat Islam, jumlah mereka sangat sedikit (minoritas). Gambaran ini telah dikabrkan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam dalam sabdanya:

"طُوْبَىْ لِلْغُرَبَاءِ: أُنَاسٌ صَالِحُوْنَ فِيْ أُنَاسٍ سُوْءٍ كَثِيْرٍ ، مَنْ يَعْصِيْهِمْ أَكْثَرُ مِمَّنْ يُطِيْعُهُمْ"

"Keuntungan besar bagi orang-orang yang dianggap asing (karena bepegang teguh terhadap ajaran agama), yaitu orang-orang yang sholih yang hidup ditengah masyarakat yang rusak (agamanya). Orang-orang yang memusuhi mereka lebih banyak daripada orang-orang yang menta'atinya". (HR. Ahmad: 2/ 177-222, shohih)

Dalan Al-Qur'an, Alloh subhanahu wa ta'ala sendiri memuji golongan minoritas ini dalam firmannya:

"Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih". (QS. Saba' [34]; 13)

2.      Firqoh Naajiyah banyak dimusuhi oleh mayoritas ummat manusia (yang sesat dan menyimpang dari ajaran agama) dengan selalu diejek dan digelari dengan berbagai macam julukan yang jelek, sebagaimana yang dialami oleh para Nabi sholallohu alaihi wa sallam.

Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)". (QS. Al-An'am [6]: 112)

Mereka adalah pengikut salafus sholih, yaitu generasi terbaik ummat Islam dari para shohabat dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka. (Minhaj Al-Firqoh An-Najiyah: 14-15)