Oase

KEADAAN DAN KARATERISTIK AHLUSSUNNAH WAL JAMA AH

Keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak dibatasi oleh tempat dan masa tertentu. Terkadang pada suatu negeri jumlah mereka banyak dibanding pada negeri lain yang jumlahnya sedikit, atau terkadang pada suatu masa mereka jumlahnya banyak dan pada masa lain jumlahnya sedikit. Hanya saja mereka senantiasa ada, tidak pernah terputus mata rantai keberadaan mereka.

Secara umum, keberadaan ahlussunah wal Jamaah tidak terbatas berdasarkan ruang lingkup zaman dan waktu, bahkan mereka tersebar luas di pelosok bumi.

Di samping itu, kondisi masyarakat (kaum muslimin) awam yang melaksanakat syi'ar-syi'ar agama, terhindar dari bentuk-bentuk kesyirikan dan bid'ah, dan tetap dalam fitrohnya, pada hakekatnya mereka termasuk ahlussunah wal Jamaah, di manapun dan dalam masa apapun mereka berada.

Dan jumlah ahlussunah wal Jamaah pada akhir zaman tidaklah banyak –Alloh a'lam-, sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi sholallohu alaihi wa sallam bahwa mereka adalah:

ü  Ath-Thoifah (الطَائِفَةُ): sekelompak umat.

ü  Al-Gurobaa' (الغُرَبَاءُ): Golongan yang asing dan terasing.

ü  Al-'Ishobah (العِصَابَةُ): Sekawanan orang.

ü  Firqoh Wahidah (فِرْقَةٌ وَاحِدَةٌ): satu goloongan (dari 73 golongan).

Istilah-istilah di atas menunjukkan jumlah yang sedikit atau minoritas.

Karateristik Ahlussunnah Wal Jamaah

Sifat dan karateristik ahlussunnah wal jamaah telah dijelaskan Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara gamlang dan jelas sekali. Di antara karateristik mereka adalah:

  1. Mereka adalah orang-orang yang berada di atas Huda (petunjuk) Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam secara konsekwen, baik dalam aqidah, suluk (akhlak) maupun ibadah.

Dari generasi ke generasi, hingga zaman kita sekarang ini, mereka senantiasa ada dan dapat diketahui karateristiknya sebagai orang yang kuat dalam mencontoh, mengikuti dan meneladani petunjuk Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam.

  1. mereka adalah orang-orang yang termasuk (berpegang teguh) dengan aqidah salaf (orang terdahulu) dari generasi shohabat, tabi'in dan imam-imam pemberi petunjuk dari tiga generasi yang mulia.

Aqidah salaf adalah aqidah yang di wariskan oleh generasi terbaik yang di yakini dan di bukukan dalam buku-buku karangan para Imam, seperti Imam Ahmad, al Bukhori, Ibnu Abi Ashim, ad Darimi, Ibnu Khuzaimah, Isma'il ash Shobuni, ath Thohawi, Ibnu Taimiyah dan imam-imam lainnya.

  1. Mereka adalah orang-orang yang selamat dan terhindar dari talabbus (kesamaran dan pencampuradukan) terhadap bid'ah, kesyirikan dan jalan (sesat) lainnya.

Oleh karena itu, tidak akan ditemui pada diri ahlussunah wal Jamaah bentuk-bentuk talabbus di atas seperti mengeramatkan kuburan, pemimpin, batu ataupun peninggalan-peninggalan kuno lainnya. Tidak berdo'a kepada selain Alloh subhanahu wa ta'ala, meminta pertolongan kepada orang mati, mendirikan monumen-monumen peringatan di atas kuburan, menyelenggarakan perayaan dan peringatan bid'ah dan lainnya yang sering dilakukan orang-orang bodoh, lalai ataupun orang yang ikut-ikutan saja.

  1. mereka adalah orang-orang yang memegang erat syi'ar-syi'ar agama, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi sebagaimana yang diperintahkan Alloh subhanahu wa ta'ala dan Rosul-Nya. Mereka senantiasa menegakkan yang fardhu dan sunnah, memerintahkan yang ma'ruf, mencegah yang munkar, meninggalkan dosa, haram, bid'ah dan mencegah semua bentuk kebathilan.
  2. Mereka adalah orang-orang yang tampil di tengah-tengah masyarakat dengan menampakkan kejujuran berlandaskan kebenaran, dan memerangi kebohongan serta tidak terpengaruh sedikitpun oleh celaan para pencelanya.